Wirausaha Distributor Ayam Potong Ternyata Sangat Menguntungkan
Saya akan bercerita tentang usaha distributor ayam yang dilakoni oleh keluarga pak udin yang belokasi di desa kertawinangun kab. Cirebon. Yang dimaksud di sini adalah orang yang membeli ayam langsung dari peternaknya/plasma dalam jumlah besar kemudian dijual kembali kepenjual ayam di pasaran.
Pak udin menjalani usahanya bersama anak dan juga adiknya, dan di bantu oleh dua orang karyawannya. Pak udin sudah menjalani usahanya selama kurang lebih 10 tahun itulah yang dikatakan oleh anaknya yaitu mas ferdi karna pada saat saya datang ke rumahnya pak udin sedang tidak ada di rumah sehingga saya mencoba menggali informasi melalui anaknya yaitu mas ferdi. Mas ferdi mengatakan bahwa bisnis ayahnya ini sudah di mulai sejak 10 tahun yang lalu dan sekarang usia ayahnya 38 tahun itu berarti bisnisnya dimulai sejak ayahnya berusia 28 tahun, sedangkan usia mas ferdi saat ini 17 tahun. pada awalnya bisnis ini di mulai oleh kakek dan ayahnya tapi sekarang kakeknya sudah membuka usahanya sendiri dibidang yang sama yaitu bakul ayam. Hasil dari bisnisnya ini pak udin bisa membeli rumah dan mobil untuknya dan untuk adiknya. Dalam usahanya ini ada beberapa kendala yang sering dihadapinya yaitu terkadang ayam mati karna sakit, banyaknya pesaing, dan resiko dalam perjalanan saat mengambil ayam maupun mengantar ayam ke pelanggan.
Untuk mendapatkan pasokan ayam mas ferdi dibantu oleh kantor yang bertugas menawarkan ayam kepada para bakul ayam, namun mas ferdi lupa apa nama dari kantor tersebut “kantornya itu kayaknya berbentuk perusahaan kalo gak salah namanya ada berkah nya” itu yang di ucapkan mas ferdi, dan pembayarannya juga melalui kantor tersebut. Peternakan ayamnya memiliki lokasi yang berbeda beda, dari kuningan, tegal, bumi ayu (brebes). Lalu nantinya ayam akan di jual ke pedagang ayam mulai dari cirebon, indramayu, majalengka dan kuningan. Biasanya sekali membeli ayam itu sekitar 1 ton, kadang bisa sampai 1,8 ton dan harga perkilonya Rp13.000 dan akan dijual sekitar Rp 16.000 an per kilo tergantung harga dipasaran mas ferdi akan mengambil untung 2000-3000 itu tergantung harga di pasar, jadi untuk 1 ton ayam mas ferdi mengeluarkan uang sebesar 13 juta dan akan mengambil untung 3000 perkilonya 3000 x 1000 = 3.000.000 itu berarti dalam 1 ton ayam mas ferdi mendapatkan keuntungan kurang lebih 3 juta dan 1 ton ayam itu akan habis dalam waktu 1-2 hari bisa dibayangkan berapa omsetnya dalam waktu 1 bulan, puluhan juta pastinya.
Mas ferdi mengatakan usaha bakul ayam ini sangat menguntungkan jika pintar dalam mengelola uang dalam 2 tahun pengusaha bakul ayam sudah bisa membeli rumah dari hasil usahanya ini begitu kata mas ferdi, bahkan dalam 1 tahun pasti sudah ada hasil dari usaha ini entah itu mobil atau yang lainnya begitu menurut mas ferdi.
Komentar
Posting Komentar