Kreatif Mindset dan Inovasi Di Era Disruptif
Assalamualaikum
wr,wb
saya
agus taufik mahasiswa universitas muhammadiyah cirebon, semester 5, jurusan Manajemen
Sumber Daya Manusia. Pada pembahasan kali ini saya akan membahas sedikit
tentang creative mindset dan inovasi di era disruptif yang merupakan materi
dari mata kuliah manajemen kewirausahaan.
Pada era sekarang ini
perkembangan teknologi semakin canggih, sehingga banyak industri barang dan jasa
yang memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya demi tercapainya
kepuasan pelanggan.para pelaku usaha harus memperhatikan kondisi pasar saat ini
yang benyak memanfaatkan teknologi, unpredictable (susah ditebak), serta cepat
pergerakannya. Melihat kondisi pasar tersebut maka para pebisnis harus memiliki
creative mindset.
Creative mindset adalah pola berfikir
kreative dalam dunia usaha agar berbeda dari yang lain. Jadi di dunia usaha seorang
wirausaha harus memiliki pola pikir berbeda dari orang pada umumnya dalam
menciptakan suatu produk atau mengembangkan usahanya.
Ciri-ciri creative mindset
1. Different (berbeda)
2. Re – new (pembaruan)
3. Unique (unik)
jika kita ingin usaha kita
berhasil kita harus membuat sesuatu yang berbeda dari yang lain, dan
menciptakan sesuatu yang baru / fresh apalagi jika usaha kita itu unik dan banyak
menarik perhatian masyarakat pasti usaha kita akan maju.
Kondisi pasar saat ini ada
pada era disruptif, inovasi disruptif adalah inovasi yang membantu menciptakan
pasar baru, mengganggu atau merusak pasar lama dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu.
Ciri-ciri era disruptif yaitu
sebagai berikut:
1. Menciptakan pasar baru
2. Merusak / mengganggu pasar lama
3. Menggantikan dengan teknologi baru
4. Menciptakan konsumen baru
5. Kompetisi harga
Pada era disruptif ini kita
harus jeli dalam melihat apa yang dibutuhkan oleh masyarakat agar usaha kita
maju
Contoh inovasi disruptif:
-
Marketplace shopee
1.
Menciptakan jual
beli online sehingga orang bisa belanja melalui smartphone
2.
Dengan adanya
shopee membuat pasar tradisional pedagang onvensional kurang diminati oleh para
remaja.
3.
Menciptakan aplikasi
jual beli online
4.
Menciptakan konsumen
baru seperti anak remaja / generasi milenial
5.
Kompetitor menurunkan
harga dan banyak diskon
Komentar
Posting Komentar